Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) menyelenggarakan rapat perdana tim akreditasi program studi pada Jumat, 20 Februari 2026. Rapat ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mempersiapkan proses akreditasi yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027, dengan target capaian peringkat Unggul. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen prodi dalam meningkatkan mutu tata kelola, akademik, serta layanan pendidikan secara berkelanjutan.
| Oleh : Redika Cindra Reranta, S.S., M.Hum. |
| Dosen FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan |
Bahasa adalah cermin terdalam dari kemanusiaan. Di dalamnya tersimpan nalar, nilai, budaya, bahkan emosi yang paling purba. Salah satu fenomena kebahasaan yang kerap dipandang negatif, namun justru universal dan tak terelakkan, adalah apa yang dalam kajian linguistik disebut sebagai swearing words—ungkapan yang dianggap tabu, kasar, atau mengandung kutukan. Selama ini, kajian tentang kata-kata semacam itu lebih banyak diarahkan pada percakapan sehari-hari, film, media populer, atau interaksi sosial kontemporer. Namun, bagaimana jika fenomena tersebut ditelusuri dalam teks yang paling sakral bagi umat beriman?
Dalam artikel Swearing Words in Holy Scriptures: A Pragmatic Study of the Quran (2014), terbuka ruang diskusi yang jarang disentuh: adakah bentuk-bentuk ujaran yang secara semantik dan pragmatik dapat dikategorikan sebagai “swearing words” dalam Al-Qur’an? Jika ada, apa fungsi dan asal-usul semantiknya? Lebih jauh lagi, hikmah apa yang dapat dipetik dari temuan tersebut dalam perspektif linguistik dan keagamaan?
Pelantikan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) periode 2026 dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Lantai 4 Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan dan penguatan peran organisasi mahasiswa di lingkungan FTIK.
Selain pelantikan pengurus HMPS Prodi PAI, acara tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas, Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas, UKM Fakultas, serta HMPS dari tiap program studi lain di lingkungan FTIK. Pelantikan serentak ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan organisasi kemahasiswaan FTIK periode 2026.
| Oleh: Aba Yazid, M.S.I. |
| Dosen Prodi PAI FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan |
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang memiliki peran sentral dalam menyebarkan dan menjaga keberlangsungan ajaran Islam di Indonesia. Ciri khas yang membedakannya dari lembaga pendidikan lain adalah penekanan pada pembelajaran kitab-kitab klasik Islam atau yang dikenal sebagai kitab turats (kitab kuning) (Solihin, 2023). Dalam konteks Indonesia yang plural, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat ilmu agama, tetapi juga diharapkan menjadi benteng pertahanan terhadap paham-paham ekstrem dan radikal. Isu moderasi beragama, yang sepadan dengan konsep wasathiyah dalam Islam, menjadi semakin relevan untuk dikaji, khususnya dalam kaitannya dengan praktik pendidikan di pesantren (Zahara Adibah, 2023).
Pada Jumat, 6 Februari 2026, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) melaksanakan kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di MAN 1 Brebes. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi komprehensif kepada siswa kelas XII terkait pilihan program studi, jalur masuk perguruan tinggi, serta proses pendaftaran di UIN Gusdur.
Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Ketua Program Studi PAI, Dr. Ahmad Ta’rifi n, M.A., Ketua Admisi UIN Gusdur, Wilda Yulia Rusyida, M.Sc., serta dosen Prodi PAI, Dr. Ma’mun Hanif. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan MAN 1 Brebes, Srikurirah, yang memberikan sambutan dan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.