Hal di atas selaras dengan tugas guru dalam mengajar dan mendidik yaitu agar murid dapat berubah ke arah positif. Betapa tidak, negeri dengan populasi terbesar nomor empat di dunia ini, dari data UNICEF tahun 2020 tentang hukuman guru terhadap murid di Indonesia menunjukan bahwa 84% anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah, termasuk hukuman fisik dan psikologis dari guru. Sebagian besar anak pernah mengalami hukuman fisik seperti ditampar atau dipukul oleh guru dalam 12 bulan terakhir, dengan 20% siswa laki-laki dan 75% siswa perempuan yang mengaku pernah mengalaminya. Data KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), pada tahun 2014 menunjukkan bahwa 56% anak pernah dipukul guru. Namun pernahkah guru bertanya mengapa murid bertindak tidak disiplin?. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih berada dalam taraf perlu adanya perbaikan. Dalam hal ini sebenarnya kegiatan belajar mengajarlah yang kurang memikat peserta didik.
Pendidikan Islam Transformatif: Guru Berintegritas, Mengajar dengan AMPUH
| Oleh: Rotib Muntaqo, M.Pd. |
| Dosen Pendidikan Agama Islam |
| FTIK - UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan |
Membincang pendidikan Islam transformatif, membincang tentang sebuah konsep pendidikan untuk perubahan positif dalam diri murid. Integritas tinggi serta cara pendekatan guru yang dapat diterima, tentang metode yang tepat agar pembelajaran efektif dan mengena, dapat menjadi alternatif untuk mewujudkan pendidikan Islam transformatif tersebut. Dalam hal ini, seorang guru yang berintegritas akan menunaikan tanggung jawab mengajar dengan jujur, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap murid dan lembaga pendidikan tempat ia mengabdi (Kemendikbud, 2020). Sedangkan mengajar dengan hati, guru dapat memahami kebutuhan emosional murid dan menjadikan setiap proses pembelajaran sebagai ruang tumbuh bersama (Ki Hadjar Dewantara, 2013: 18).
Dari pengamatan penulis di lapangan, secara garis besar tujuan dari kegiatan belajar mengajar adalah nilai, namun murid di sekolah tidak merasakan proses belajar yang baik serta pemahaman dan sikap kritis terhadap masalah yang ada. Pada akhirnya menurut murid yang penting mendapatkan nilai puas walaupun tanpa kualitas. Kenyataan ini juga salah satu faktor yang berpengaruh terhadap merosotnya kualitas pendidikan di indonesia. Oleh karenanya pada tataran realitas, cara merebut hati murid bisa menjadi modal yang berharga bagi guru dalam mengajar dan mendidik demi pembangunan generasi penerus bangsa ke arah yang lebih baik.
Dewasa ini, kegiatan belajar mengajar dihadapkan pada krisis akhlak yang dialami murid bahkan gurunya. Krisis tersebut dapat kita saksikan dalam berbagai modus disoreintasi dan dislokasi pendidikan kita, misalnya lenyapnya kesabaran guru dalam menghadapi peserta didik. Dimana alasan guru menghukum sebagian besar peserta didiknya adalah karena peserta didik tidak disiplin, malas belajar, menunda tugas, lamban, bolos, merokok, mengobrol saat pelajaran, dan tidak patuh aturan. Krisis tersebut semakin menjadi dengan arus globalisasi yang tidak terbendung, hingga melahirkan gaya hidup baru yang yang tidak selalu sesuai bagi kehidupan sosial budaya masyarakat bangsa kita. Sehingga perlu adanya pembenahan dalam diri guru terlebih dahulu seperti kesabaran dan etika guru (sikap sopan, jujur, dan disiplin) sebagai pedoman perilaku murid serta menjadi teladan nyata bagi murid baik di dalam maupun luar kelas (Ahmad Tafsir, 2015: 92)
Salah satu pendekatan strategis untuk merubah wajah pendidikan kita tersebut adalah melalui pembelajaran yang bermakna dan mampu menyentuh hati murid. Dimana hal tersebut sesuai dengan hakikat pendidikan itu sendiri, pendidikan merupakan suatu usaha yang sadar, teratur dan sistematis, yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan. Oleh karenanya dibutuhkan cara yang ampuh dalam upaya merebut hati murid. Di mana cara pendekatan AMPUH merebut hati murid inilah yang menjadi salah satu upaya guru dalam mendidik murid yang sedang merajut mimpi keberhasilan di masa mendatang.
Metode atau cara AMPUH adalah sebuah konsep dimana seorang guru menciptakan hubungan harmonis antara dirinya, mata pelajaran yang diajarkan, dan murid-murid sehingga mereka dapat menciptakan dirinya sendiri. Sebuah konsep yang memberikan pemahaman bahwa guru tidaklah hanya mengajar tapi harus mampu mendidik peserta didiknya. Cara AMPUH merebut hati murid berisi lima langkah yang bisa digunakan guru yang penuh intergritas dan bisa mengajar dengan hati, diantara cara tersebut sebagai berikut: A-sertif dalam bertindak, M- menghargai murid, P- pandai membina hubungan baik, U- usaha optimal, H- hindarkan murid dari ancaman dan kekerasan (Joko Wahyono. 2012 : 41-109)
Pada titik ini, harus kita pahami bahwa cara AMPUH merebut hati murid bukan hanya sebuah wacana, tetapi sebuah metode pembelajaran yang perlu diperjuangkan dalam pendidikan. Namun sebagai sebuah metode pembelajaran tidak berdiri sendiri, terpisah dari model pembelajaran lainnya. Ia senantiasa berkelit dengan konsep-konsep yang relevan dengan pembelajaran yang mendidik, memanusiakan dan mendamaikan itu sendiri. Dan, yang tak kalah penting, metode pendekatan AMPUH dalam merebut hati murid harus selaras dengan penanaman rasa mendamaikan terhadap peserta didik.
Sebagai penutup, Membentuk guru berintegritas dan mengajar dengan hati bukan tugas mudah, tetapi sangat mungkin diwujudkan melalui pendidikan guru, kebijakan sekolah, serta kesadaran pribadi. Dengan cara AMPUH, guru akan terbantu untuk menjadi sosok teladan yang tidak hanya mendidik pikiran, tetapi juga menumbuhkan jiwa.
Daftar Bacaan
Dewantara, Ki Hadjar. (2013). Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Profil Guru Penggerak. Jakarta: Kemdikbud RI.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2014, 25 November). https://www.kpai.go.id/ publikasi/survei-kpai-56-anak-pernah-dipukul-guru. Diakses 10 November 2025
Tafsir, Ahmad. (2015). Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wahyono, Joko. 2012. Cara Ampuh Merebut Hati Murid. Jakarta: Esensi/Erlangga.
UNICEF Indonesia. (2020). https://www.unicef.org/indonesia/id. Diakses 10 November 2025