Berita
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik melalui penyelenggaraan Guest Lecture pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Mashuri, M.Ag., dosen bidang Strategi Pembelajaran dari UIN Ar-Raniry Nanggroe Aceh Darussalam, yang memberikan wawasan mendalam terkait inovasi pembelajaran di era kontemporer.
Guest Lecture ini diikuti oleh ratusan mahasiswa PAI UIN Gusdur yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Keterlibatan aktif mahasiswa terlihat dari keseriusan dalam menyimak materi serta partisipasi intens dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis dan mendalam.
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan dosen PAI UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur), Dr. Ma’mun Hanif, M.Pd., sebagai narasumber utama dengan mengusung topik “Pengembangan Instrumen Evaluasi Berbasis Kompetensi dan Karakter di Era Digital.”
Guest Lecture ini diikuti oleh ratusan mahasiswa PAI UNISSULA yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Hal ini tampak dari keaktifan peserta dalam menyimak materi yang disampaikan serta intensitas diskusi yang berkembang, khususnya pada sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis dan mendalam.
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture pada Kamis, 21 Mei 2026, dengan menghadirkan narasumber dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan, Dr. Rahmat Kamal, M.Pd.I. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi akademik antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI yang adaptif dan relevan dengan tantangan zaman.
Mengusung topik “Strategi Pembelajaran PAI Berbasis Pembelajaran Mendalam: Meningkatkan Kreativitas, Karakter, dan Pemahaman Konseptual Siswa”, Dr. Rahmat Kamal memaparkan pentingnya transformasi pendekatan pembelajaran dari sekadar transfer pengetahuan menuju proses yang lebih reflektif, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik. Menurutnya, pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi kunci dalam membangun kompetensi utuh siswa.