K2_THE_LATEST
| Oleh: Nirmala Hidayati |
| Alumni Prodi PAI dan Mahasiswa Pascasarjana UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan |
Artikel ini bertujuan mengkaji peningkatan tekanan psikologis pada peserta didik di tengah perubahan sosial yang cepat, tuntutan akademik yang tinggi, serta pengaruh media digital, sekaligus menyoroti pentingnya dukungan lingkungan dalam menjaga kesehatan mental anak. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif-reflektif dengan menelaah fenomena sosial dan data kasus kesehatan mental anak di Indonesia menggunakan perspektif teori stres dan koping Lazarus dan Folkman untuk memahami bagaimana individu memaknai tekanan hidup yang dialaminya. Temuan menunjukkan bahwa tekanan psikologis tidak hanya dipicu oleh beratnya masalah, tetapi oleh persepsi individu terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tuntutan. Ketika peserta didik merasa kekurangan dukungan emosional dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, risiko gangguan mental meningkat, ditandai dengan kecemasan, keputusasaan, hingga perilaku berisiko tinggi. Sebaliknya, hubungan keluarga yang hangat, guru yang empatik, serta lingkungan sosial yang suportif mampu menjadi faktor pelindung yang memperkuat ketahanan mental anak. Kajian ini menegaskan perlunya penanganan Kesehatan mental secara kolaboratif melalui pendidikan yang lebih humanis, penguatan komunikasi keluarga, serta budaya masyarakat yang peduli dan bebas stigma agar anak tumbuh dengan harapan dan kesejahteraan psikologis yang lebih baik.
Rabu, 4 Maret 2026 — Kegiatan Awarding Closing Ceremony Ibnu Sina Competition 2026 sukses diselenggarakan sebagai puncak rangkaian kompetisi yang digelar oleh HMPS PAI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan bekerja sama dengan Olimnus. Kompetisi ini dilaksanakan secara daring sehingga dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan penyelenggaraan acara sekaligus bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan prestasi para peserta yang telah berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba. Antusiasme peserta dari berbagai wilayah menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap kegiatan kompetitif yang edukatif.
| Oleh: Rizky Fika Mulia |
| Alumni Prodi PAI FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan |
| Mahasiswa Program Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan |
Rasisme terhadap mahasiswa Papua di berbagai kampus Indonesia bukan kasus baru. Tindakan diskriminatif disebabkan berupa konsep prasangka sosial dan stereotip yang beredar di lingkungan masyarakat khususnya lingkungan kampus. Artikel ini mengulas data kasus rasisme mahasiswa Papua yang terjadi sejak 2019 hingga 2025 yang menganalisis akar permasalahan dari perspektif sosiologis serta menawarkan solusi konkret berbasis akademik. Penanganan rasisme harus bersifat sistemik mulai dari penegakan aturan kampus yang tegas hingga pendidikan antirasisme pada masa oriantasi mahasiswa baru dikampus dan dimasyarakat.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menghadirkan program pengabdian inspiratif melalui kegiatan SEDHAN (Sekolah Ramadhan) Tahun 2026. Mengusung tema “Membangun Karakter Islami di Bulan Ramadhan”, kegiatan ini menjadi ikhtiar mahasiswa dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda sebagai calon khalifah di muka bumi ini, Aamiin. Program ini dirancang sebagai ruang pembinaan spiritual dan karakter bagi siswa sekolah dasar dan menengah pertama di Kota Pekalongan.