K2_THE_LATEST

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) melaksanakan kegiatan Domestic Student Mobility (DSM) di MAN 1 Jembrana, Bali, pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembelajaran luar kampus yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mempelajari sistem persekolahan, budaya akademik, tata kelola pendidikan, serta inovasi pembelajaran yang diterapkan di salah satu madrasah unggulan di Indonesia.

MAN 1 Jembrana dipilih sebagai lokasi pelaksanaan DSM karena memiliki berbagai prestasi dan keunggulan yang menjadikannya rujukan dalam pengembangan pendidikan madrasah. Madrasah ini dikenal berhasil mengintegrasikan prestasi akademik dan nonakademik secara seimbang, aktif meraih penghargaan pada berbagai kompetisi tingkat regional maupun nasional, serta mengembangkan budaya sekolah yang religius, disiplin, dan berwawasan global. Selain itu, MAN 1 Jembrana juga memiliki berbagai program unggulan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang mampu membentuk karakter peserta didik secara optimal.

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur). Labibah Putri Zalfa R., mahasiswa Prodi PAI, berhasil meraih Juara 2 Kumite Mahasiswa Kelas -55 kg pada ajang International Championship Rektor Cup UIN Walisongo 2025. Kejuaraan yang diikuti atlet dari berbagai perguruan tinggi dan negara tersebut menjadi ajang bergengsi untuk mengukur kemampuan para atlet karate di tingkat internasional.

Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta konsistensi Labibah dalam menyeimbangkan aktivitas akademik dengan latihan olahraga. Di tengah padatnya perkuliahan, ia mampu menunjukkan dedikasi tinggi sehingga berhasil mengharumkan nama Prodi PAI dan UIN Gusdur di tingkat internasional. Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) berpartisipasi aktif dalam kegiatan Penandatanganan Kerja Sama antara FTIK UIN Gus Dur dan Institut Leimena yang dirangkaikan dengan Kuliah Tamu bertema Moderasi Beragama. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 08.30–11.00 WIB di Ruang Meeting FTIK dan dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Prodi PAI.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta moderasi beragama. Melalui kolaborasi tersebut, FTIK UIN Gus Dur bersama Institut Leimena berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas sivitas akademika dalam membangun kehidupan beragama yang damai dan inklusif.

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan menyelenggarakan Workshop Guru Professional Candidate (WCGP) pada Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 270 mahasiswa PAI UIN Gusdur ini bertujuan membekali calon guru dengan kompetensi pedagogis yang relevan dengan perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Workshop menghadirkan dua narasumber praktisi pendidikan yang berpengalaman. Sesi pertama disampaikan oleh Dedy Cahyono, M.Pd., Kepala SD N Tambakrata Kajen, dengan topik "Optimalisasi AI dan Gamifikasi dalam Pembelajaran Agama." Dalam paparannya, Dedy menjelaskan bahwa guru masa kini perlu mampu mengintegrasikan teknologi dengan strategi pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik lebih aktif dan termotivasi. Menurutnya, "Artificial Intelligence bukanlah pengganti guru, melainkan asisten profesional yang dapat membantu guru merancang pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan efisien. Ketika dipadukan dengan gamifikasi, pembelajaran agama dapat menjadi lebih bermakna tanpa kehilangan substansi nilai-nilai keislaman."

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) kembali menorehkan kiprah akademik di tingkat nasional. Salah satu dosennya, Mohammad Syaifuddin, M.Pd., dipercaya menjadi narasumber dalam Guest Lecture Nasional bertajuk "Penguatan Kompetensi Pendidik PAI melalui Inovasi Pedagogi dan Pembelajaran Berbasis Konteks" yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Tadris, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu pada Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi sebagai ruang berbagi gagasan dan penguatan kapasitas pendidik PAI di era transformasi pendidikan.

Dalam forum ilmiah tersebut, Mohammad Syaifuddin, M.Pd. menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21. Menurutnya, pendidik PAI tidak lagi cukup hanya menyampaikan materi keagamaan secara normatif, tetapi juga harus mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan realitas kehidupan peserta didik melalui pendekatan pedagogi yang inovatif dan bermakna.

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) menyelenggarakan kegiatan Review Visi Keilmuan pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di Ruang Meeting FTIK UIN Gusdur. Kegiatan ini menghadirkan dua pakar pendidikan Islam terkemuka, yaitu Dr. Zaki Gufron dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Prof. Dr. Suyadi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai narasumber sekaligus reviewer dalam penyempurnaan arah keilmuan Program Studi PAI.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi PAI UIN Gusdur dalam memastikan bahwa visi keilmuan yang dimiliki tetap relevan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dinamika pendidikan Islam, serta kebijakan pendidikan tinggi nasional. Melalui forum akademik ini, seluruh rumusan visi keilmuan ditelaah secara komprehensif agar mampu menjadi landasan yang kokoh bagi pengembangan kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama akademik di tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran Wisuda ke-55

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) sukses menyelenggarakan Guest Lecture Internasional pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di FTIK UIN Gusdur. Kegiatan yang mengusung tema “Revitalising Sufi Value in Islamic Education to Build Integrity in The Digital Era” ini diikuti oleh ratusan peserta yang hadir secara luring maupun daring dari berbagai perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan kalangan akademisi.

Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FTIK UIN Gusdur, Prof. Dr. H. Muslisin, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Program Studi PAI yang terus menghadirkan forum akademik berskala internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya ilmiah dan jejaring global di lingkungan kampus. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan masa kini yang tidak hanya menuntut kecakapan intelektual, tetapi juga penguatan karakter dan integritas peserta didik.

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) sukses menyelenggarakan puncak kegiatan FESPAI (Festival PAI) 2026 berupa Talkshow Nasional Keagamaan pada Sabtu di Ballroom Lantai 3 Gedung Laboratorium Terpadu Kampus 2 UIN Gus Dur. Kegiatan ini mengusung tema “Menata Niat Suci dalam Jejak Pendidikan Tinggi” dan menjadi penutup rangkaian agenda FESPAI yang telah berlangsung dengan berbagai perlombaan dan kegiatan akademik-keagamaan.

Talkshow menghadirkan dua narasumber nasional yang juga merupakan pasangan suami istri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, yakni KH. Ahmad Kafabihi Mahrus dan Ning Sheila Hasina. Kehadiran keduanya menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta yang memadati ruang acara sejak pagi hari.

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PAI menyelenggarakan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Tingkat Umum se-Karesidenan Pekalongan sebagai bagian dari rangkaian Festival PAI (FESPAI) dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) HMPS PAI ke-16. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan tradisi keilmuan Islam sekaligus sarana memperkuat budaya literasi kitab kuning di kalangan generasi muda.

Kompetisi yang berlangsung di lingkungan UIN Gus Dur Pekalongan tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai pondok pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi di wilayah Pekalongan, Pemalang, Batang, dan daerah sekitarnya. Para peserta berada pada rentang usia 16–21 tahun, mewakili generasi muda yang memiliki minat dan kemampuan dalam membaca, memahami, serta menjelaskan kandungan kitab-kitab klasik Islam.

Page 1 of 30
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree