Dalam sambutannya, Dekan FTIK Prof. Dr. Muhlisin, M.Ag., menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari misi besar UIN Gusdur dalam menghadirkan pendidikan berkualitas. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas mahasiswa, karena di tangan mereka lah masa depan pendidikan dan bangsa ini dibangun. WCGP menjadi langkah nyata melahirkan guru yang profesional, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi negeri,” ungkapnya penuh optimisme.
Senada dengan itu, Kaprodi PAI Dr. Ahmad Tarifin, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian prodi terhadap pengembangan akademik mahasiswa. Ia berpesan agar seluruh peserta terus berupaya meningkatkan diri. “Dunia pendidikan semakin kompetitif. Kalian adalah generasi yang harus siap bersaing dengan kualitas, bukan hanya kuantitas. Prodi PAI akan selalu hadir mendampingi langkah kalian,” tegasnya.
Workshop menghadirkan Dedy Cahyono, S.Pd.SD., M.Pd., praktisi sekaligus profesional di bidang praktik keguruan. Materi yang dibawakan seputar strategi pembelajaran inovatif, etika profesi guru, hingga tantangan era digital disambut antusias oleh peserta. Sesi berlangsung interaktif, hangat, dan penuh semangat—terbukti dari banyaknya pertanyaan serta diskusi yang menggairahkan suasana. Momentum ini menegaskan bahwa mahasiswa PAI UIN Gusdur Pekalongan siap tampil sebagai agen perubahan di dunia pendidikan.
Antusiasme peserta terlihat jelas, salah satunya dari Iqbal Fahmi Maulana. Ia mengaku mendapatkan motivasi besar untuk segera mengimplementasikan bekal PPL. “Saya semakin yakin bahwa menjadi guru bukan hanya profesi, tetapi juga panggilan jiwa. Workshop ini memberi inspirasi dan energi baru untuk menjadi guru yang profesional dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat.