K2_THE_LATEST


Oleh: Dr. Mochamad Iskarim, S.Pd.I., M.S.I.
Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam, Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu
LPM UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

  

Lembaga Pendidikan Islam, termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, menghadapi tantangan double-disruption, yaitu tuntutan mempertahankan nilai-nilai keislaman otentik sekaligus menyediakan layanan pendidikan yang relevan dan profesional di era Society 5.0 (Iskarim, Aenurofik, & Junaeti, 2025). Untuk menjamin keberlanjutan dan keunggulan, lembaga pendidikan Islam harus bertransisi dari sistem penjaminan mutu tradisional yang berfokus pada kepatuhan akreditasi semata menuju konsep Future Quality Assurance (Hanh, 2020). Pendekatan ini memastikan proses dan hasil pendidikan mampu memenuhi dan melampaui kebutuhan generasi mendatang (Elassy, 2015), sehingga transformasi sistem penjaminan mutu menjadi fondasi adaptasi filosofis dan struktural yang krusial (Faishol & Sukardi, 2023).

Oleh: Slamet Nurchamid, M.Pd.
Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan - UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

 

Tanggal 10 November 2025 menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Presiden Prabowo Subianto menetapkan sepuluh tokoh nasional sebagai Pahlawan Nasional. Salah satunya adalah K.H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab dikenal Gus Dur. Penetapan ini menjadi momen penting, bukan hanya sebagai bentuk penghargaan negara terhadap jasa besar Gus Dur, tetapi juga sebagai refleksi atas nilai-nilai perjuangan beliau di berbagai bidang: politik, pendidikan Islam, kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme. Penganugerahan ini menegaskan bahwa perjuangan Gus Dur melampaui batas politik praktis; ia adalah pemikir besar yang menggunakan pendidikan Islam sebagai sarana pencerahan, pembebasan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan universal (Efendi, 2017).

8 Mahasiswa PAI UIN Gusdur Lulus Hanya dalam 3,5 Semester

Pekalongan – Sebanyak delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Gusdur berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dengan menyelesaikan studi hanya dalam waktu 3,5 semester. Mereka adalah Nurul Uswatun Khasanah (20122016, IPK 3,83), Fitriya Ainunnisa (20122132, IPK 3,70), Salma Selfiyana (20122002, IPK 3,89), Delvina Eka Pristalinda (20122103, IPK 3,78), Ainun Hilda Azahra (20122065, IPK 3,78), Tiara Ananda Maulidia (20122011, IPK 3,85), Dzikronah (20122014, IPK 3,90), dan Neli Kamalia Hana (20122001, IPK 3,92). Prestasi akademik yang tinggi ini menunjukkan konsistensi, disiplin, serta kemampuan adaptasi mereka dalam mengikuti program percepatan studi.

Kota Batu — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak calon guru yang unggul dan berkarakter Islami. Salah satu wujud nyata langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan akademik ke Al-Hikmah Boarding School (IBBS) Kota Batu, Jawa Timur, pada Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Domestic Student Mobility yang bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa terhadap model pendidikan Islam integratif di era modern.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree